Para Kandidat Presiden OSIS Masa Jihad 2008 asik berdiskusi menyatukan visi dan persepsi membangun OSIS kedepan sekaligus bersaing merangkul suara sebanyak-banyaknya. Acara berlangsung akhir Desember 2007.
Media Jurnalis Sekolah Q SMART
Para Jurnalis Pelajar "Q SMART" SMA Al Muttaqin sedang berbincang hangat dengan Rektor Universitas Indonesia, Prof. DR. Gumilar Rusliwa Somantri.
Senin, 2008 April 21
Wawancara Ekskul Jurnalistik Q SMARTdengan MendiknasLulus SMA Harus MilikiKeterampilan Vocational
MENGIKUTI hajatan dunia pendidikan Kota Tasikmalaya yang menghadirkan Mendiknas Bambang Sudibyo, membuat penasaran saja. Kru Sabasakola dari Q SMART SMA Al Muttaqin yang mengikuti acara tersebut menjadi terbuka wawasannya. Satu diantaranya, ada istilah IPM. Apaan ya ?. IPM itu suatu kategorisasi keber-hasilan pembangunan suatu kabupaten/kota, provinsi ataupun Negara. IPM itu kepanjangannya Indeks Pem-bangunan Manusia. Semakin tinggi nilai IPMnya, maka suatu daerah itu dinilai semakin maju. IPM itu sendiri terdiri dari 3 komponen nilai, yaitu pendidikan, kese-hatan, dan daya beli atau perekonomian.
Nah… pada saat kunjungan Pak mendiknas kemarin, beliau banyak cerita soal IPM Pendidikan Tasikmalaya dari komponen pendidikan dibandingkan dengan rerata IPM Pendidikan Jawa Barat, dan juga nasional. Mendiknas yang mengawali karir sebagai Dosen Fakultas Ekonomi UGM ini, bertutur soal program-program pendidikan yang menjadi parameter keberhasilan pendidikan suatu daerah.
“Ada beberapa komponen pendidikan yang harus dicapai suatu daerah agar IPM bidang pendidikannya bagus. Program tersebut antaranya PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini, Wajar Dikdas 9 atau 12 tahun, penuntasan buta aksara, dan komposisi jumah SMK dan SMA yang harus mencapai 70:30% ” ujar Pak Menteri dalam pidatonya.
Waduh semakin penasaran aja nich soal dunia pendidikan di Indonesia. Apalagi pak menteri dalam pidatonya selalu menyebut istilah pendidikan vokasi harus ditingkatkan. Kota Tasikmalaya harus mampu menjadi Kota Vokasi seperti halnya Gunung Kidul.
Apaan ya vokasi itu ? Maka, Meski harus berdesakan di antara ajudan, wartawan senior, serta para tamu undangan, Q Smart mampu ngingintil demi terjawabnya rasa keingintahuan selama ini tentang pendidikan. Q Smart pun sempat memberikan majalah Q Smart edisi perjuangan kemarin. Semoga sempat dibaca oleh beliau.
Dan berikut petikan hasil wawancara Jurnalis Q SMART (SMA Almuttaqin) Siti Awaliyati Deliabilda, Santi Fitri dengan Pak Menteri dilengkapi paparan pidato Pak Mendiknas di hadapan para tamu undangan.
Bagaimana Bapak melihat Pendidikan di Kota Tasikmalaya?
Berdasarkan laporan dari Walikota dan data yang dimiliki Dep-diknas, pendidikan Kota Tasikmalaya sudah cukup bagus. Buta akasaranya sudah kecil nol koma sekian persen. Lalu wajar Dikdas sudah bagus. Hanya saja saja untuk PAUD dan perbadingan SMA dan SMK perlu ditingkatkan terus.
“Pak, mengapa seka-rang SMK lebih diperbanyak dibanding SMA?”
“Hal ini selain untuk memperbaiki citra SMK di mata ma-syarakat, juga untuk mempersiapkan generasi muda yang terampil. Kurikulum SMK itu mengantarkan lulusan SMK siap mengahadapi dunia kerja. Di SMK itu diajarkan life skill atau keterampilan vocational. .”
“Tapi kalau lulusan SMK kerja di perusahaan, bukankah sekarang ini
Jumat, 22 Mei 2009
3 Pilar Pembinaan KesiswaanSeptember 27, 2007 — Hary
window.google_render_ad();
Seperti yang pernah ditulis di sini, bahwa sistem pendidikan di Indonesia mengenal dua istilah yaitu Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler menekankan proses KBM/pembelajaran di kelas tatap muka dengan berbagai macam metode yang bisa digunakan oleh guru dengan tujuan peserta didik mampu menerima dan memahami materi pelajaran yang disampaikan. Strateginya adalah bagaimana proses pembelajaran bisa aktif, inovatif, kreatif asyik dan menyenangkan.
Sedangkan ekstrakurikuler berorientasi pada pendekatan Discovery Oriented atau Pendekatan yang berorientasi pengembangan potensi pada penemuan-penemuan atau inovasi-inovasi yang di peroleh lapangan yang bertujuan meningkatkan ketrampilan dan kecakapan hidup. Dengan kata lain Pendidikan Pembinaan Kesiswaan mengarahkan dan mengembangkan potensi untuk berwawasan masa depan (Looking forward), memiliki Keteraturan pribadi (self regulation), dan memiliki rasa kepedulian sosial yang baik (Holy social sense) para siswa.
Berwawasan masa depan, maksudnya mendidik para siswa untuk optimis, aktif, dan berfikir positif untuk mampu membina diri menuju kwalitas hidup yang lebih baik. Dalam konteks ini siswa di bina guna mengedepankan sikap rasional daripada emosional.Masa depan yang lebih baik tidak begitu saja datang dari langit tetapi di capai dengan usaha yang serius. Dalam memandang masa depan ada perncanaan yang matang(planing) dan dapat di pehitungkan(calculabilty).Siswa dapat memandang masa depan apa yang diinginkan dan masa depan yang bagaimana yang akan dihadapinya. Kaitan dengan berwawasan masa depan dapat diperhatikan ayat Al-Qur’an berikut, yaitu(Q.2 : 201, Q.93 : 4). Dan diantara mereka ada yang mendoa :”Ya tuhan kami,berilah kami kebaikan di dunia dan di dunia akhirat dan peliharalah kami siksa neraka”(Q.2 : 201). Serta dan sesunggunya akhirat itu lebih baik bagimu dari permulaan.(Q,93 : 4) Memilki keteraturan pribadi(self regulation), maksudnya membina para siswa untuk memiliki kehiupan yang terarah dan terprogram.Para siswa menyadari akan pentingnya perhatian terhadap makna waktu dan tidak membiarkan waktu berlalu tanpa ada manfaat yang diperoleh dan produk positif yang nyata.Self regulation diwujudkan dalam bentuk kemampuan merencanakan dan memanejemen waktu secara cermat dan froposional dan bentik sikap hidup yang benar dan mantap.Dengan Self Regulation diharapkan terbentuk manusia yang terbiasa dan bekerja keras, berprestasi berkompetisi saling berlomba untuk mencapai yang terbaik.Pada akhirnya diharapkan terbentuk sikap hidup yang dalam berbuat atau bekerja bukan karena adanya pengawasan yang eksternal, tetapi karena adanya prinsip dalam keyakinan hidup meberikan dorongan yang kuat pada para siswa untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan hidup yang teratur dan terprogram yang pada akhirnya dapat membuat siswa mandiri dan meningkatkan kualitas diri dan kualitas hidupnya.Kaitan dengan pengembangan potensi self regulation dapat diperhatika ayat Al-Qur’an (Q.2 : 148, Q.3 : 114,Q.103 : 1-3).
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya(sendiri) yang ia mengadap kepada-Nya. Maka belomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Diman saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu. (Q.2 : 148) dan
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegerahlah kepada (mengerjakan) perbagai kebajikan: mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (Q.3 : 114) Serta
1. Demi masa
2. Sesunguhnya manusia itu bener-bener berada dalam kerugian
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran
Kepedulian social (holy social sense),maksudnya membina siswa untuk memiliki rasa keperdulian social yang baik. Siswa diarahkan untuk peduli kepada lingkungan sosialnya. Peduli pada orang-orang disekitarnya dan orang-orang lain untuk sama-sama memperbaiki kualitas hidupnya. Mau membantu orang-orang yang membutuhkannya dan tidak menjadi manusiaindividualis. Dengan holy social sense siswa diarahkan memahami dirinya serta memiliki empati. Memiliki kemampuan untuk merasakan apa yang dialami oleh orang lain dan menangkap sudut pandang orang lain tanpa kehilangan akal sehat. Kaitan dengan pengembangan potensi keperdulian social ini dapat diperhatikan ayat Al-Quran(Q.49 :10) Sesungguhnya orang-orang mumin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antar kedua saudaramu dan bertakwalah Allah supaya kamu mendapatkan rahmat.
Potensi Ke Depan
window.google_render_ad();
Seperti yang pernah ditulis di sini, bahwa sistem pendidikan di Indonesia mengenal dua istilah yaitu Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler menekankan proses KBM/pembelajaran di kelas tatap muka dengan berbagai macam metode yang bisa digunakan oleh guru dengan tujuan peserta didik mampu menerima dan memahami materi pelajaran yang disampaikan. Strateginya adalah bagaimana proses pembelajaran bisa aktif, inovatif, kreatif asyik dan menyenangkan.
Sedangkan ekstrakurikuler berorientasi pada pendekatan Discovery Oriented atau Pendekatan yang berorientasi pengembangan potensi pada penemuan-penemuan atau inovasi-inovasi yang di peroleh lapangan yang bertujuan meningkatkan ketrampilan dan kecakapan hidup. Dengan kata lain Pendidikan Pembinaan Kesiswaan mengarahkan dan mengembangkan potensi untuk berwawasan masa depan (Looking forward), memiliki Keteraturan pribadi (self regulation), dan memiliki rasa kepedulian sosial yang baik (Holy social sense) para siswa.
Berwawasan masa depan, maksudnya mendidik para siswa untuk optimis, aktif, dan berfikir positif untuk mampu membina diri menuju kwalitas hidup yang lebih baik. Dalam konteks ini siswa di bina guna mengedepankan sikap rasional daripada emosional.Masa depan yang lebih baik tidak begitu saja datang dari langit tetapi di capai dengan usaha yang serius. Dalam memandang masa depan ada perncanaan yang matang(planing) dan dapat di pehitungkan(calculabilty).Siswa dapat memandang masa depan apa yang diinginkan dan masa depan yang bagaimana yang akan dihadapinya. Kaitan dengan berwawasan masa depan dapat diperhatikan ayat Al-Qur’an berikut, yaitu(Q.2 : 201, Q.93 : 4). Dan diantara mereka ada yang mendoa :”Ya tuhan kami,berilah kami kebaikan di dunia dan di dunia akhirat dan peliharalah kami siksa neraka”(Q.2 : 201). Serta dan sesunggunya akhirat itu lebih baik bagimu dari permulaan.(Q,93 : 4) Memilki keteraturan pribadi(self regulation), maksudnya membina para siswa untuk memiliki kehiupan yang terarah dan terprogram.Para siswa menyadari akan pentingnya perhatian terhadap makna waktu dan tidak membiarkan waktu berlalu tanpa ada manfaat yang diperoleh dan produk positif yang nyata.Self regulation diwujudkan dalam bentuk kemampuan merencanakan dan memanejemen waktu secara cermat dan froposional dan bentik sikap hidup yang benar dan mantap.Dengan Self Regulation diharapkan terbentuk manusia yang terbiasa dan bekerja keras, berprestasi berkompetisi saling berlomba untuk mencapai yang terbaik.Pada akhirnya diharapkan terbentuk sikap hidup yang dalam berbuat atau bekerja bukan karena adanya pengawasan yang eksternal, tetapi karena adanya prinsip dalam keyakinan hidup meberikan dorongan yang kuat pada para siswa untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan hidup yang teratur dan terprogram yang pada akhirnya dapat membuat siswa mandiri dan meningkatkan kualitas diri dan kualitas hidupnya.Kaitan dengan pengembangan potensi self regulation dapat diperhatika ayat Al-Qur’an (Q.2 : 148, Q.3 : 114,Q.103 : 1-3).
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya(sendiri) yang ia mengadap kepada-Nya. Maka belomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Diman saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu. (Q.2 : 148) dan
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegerahlah kepada (mengerjakan) perbagai kebajikan: mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (Q.3 : 114) Serta
1. Demi masa
2. Sesunguhnya manusia itu bener-bener berada dalam kerugian
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran
Kepedulian social (holy social sense),maksudnya membina siswa untuk memiliki rasa keperdulian social yang baik. Siswa diarahkan untuk peduli kepada lingkungan sosialnya. Peduli pada orang-orang disekitarnya dan orang-orang lain untuk sama-sama memperbaiki kualitas hidupnya. Mau membantu orang-orang yang membutuhkannya dan tidak menjadi manusiaindividualis. Dengan holy social sense siswa diarahkan memahami dirinya serta memiliki empati. Memiliki kemampuan untuk merasakan apa yang dialami oleh orang lain dan menangkap sudut pandang orang lain tanpa kehilangan akal sehat. Kaitan dengan pengembangan potensi keperdulian social ini dapat diperhatikan ayat Al-Quran(Q.49 :10) Sesungguhnya orang-orang mumin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antar kedua saudaramu dan bertakwalah Allah supaya kamu mendapatkan rahmat.
Potensi Ke Depan
Langganan:
Postingan (Atom)